Kamis, 29 April 2010
SEDIH
Entah kenapa aku lagi sedih nih.ada aja cerita yang bikin sebel.Ada seorang sepupuku yang brengsek yang bertingkah lagi.Dia ngambil uang hasil kerja kakaknya di jepang sebesar 100 juta rupiah untuk uang dp beli rumah dan mobil.Sementara sekarang kakaknya hidup menderita setelah balik ke Indonesia,kakaknya malah menderita ga punya uang,sementara si brengsek itu enak-enakkan ke sana kemari naik mobil yang dibeli dari hasil ngebobol uang tabungan kakaknya tadi. Malah dia enak-enakkan liburan ke Singapura,bukannya membayar uang kakaknya yang dia ambil.Dulu sepupuku itu juga tinggal di rumahku,dan dia dulu mengambil uang di tabunganku dengan memalsukan tandatanganku.uangku yang jumlahnya cukup besar untuk anak sma jaman itu diambil semuanya.Selain itu dia juga suka mengambil uang bayaran sekolahku.Beberapa kali uang bayaran sekolahku hilang karena diambil si brengsek itu.Aku punya pengalaman dengan sepupuku yang semuanya rata-rata brengsek.Ada sepupuku yang brengsek lainnya,uang tabunganku juga sebesar 500 dolar diembat.padahal dulu perjanjiannya untuk dagang beras dan tidak diambil semua.Padahal sepupuku itu dibiayai kuliah diploma tiga dan dimasukkan kerja ke salah satu perusahaan komunikasi terbesar oleh ayahku.Selain itu dia juga menghamili seorang gadis dan ibuku juga yang harus membiayai pernikahannya.Sekarang dia juga sudah hidup enak,tapi anehnya dia tidak mau membiayai kuliah adiknya dengan alasan agar adiknya tidak berutang budi pada orang lain.Heran aku dibuatnya.Padahal dia sendiri hidup enak juga hasil dari utang budi terhadap orang lain.Harusnya membiayai kuliah adiknya adalah kewajiban dia,bukan jenis hutang budi.Ada lagi cerita lainnya,kakak sepupuku yang menghamili orang itu juga hampir membuat ayahku celaka.Tadinya mau mengajak ayahku bekerja sama.Karena ayahku sudah pensiun dan tidak mempunyai kegiatan akhirnya ayahku mau,tetapi suatu hari di dalam kerjasama itu ada sebuah pekerjaan yang memerlukan tes di labolatorium yang membutuhkan biaya 5 juta rupiah,tapi bos sepupuku itu tidak mau membayar.Akhirnya ayahkulah yang ditagih untuk membayarnya.Sedangkan pada saat itu ayahku tidak mempunyai untuk membayar biaya labolatoriumku itu.Akhirnya setelah beberapa bulan tagihan tersebut dilunasi juga,tapi nama baik ayahku sempat tercemar.Melihat semua hal brengsek yang dilakukan para sepupuku baik terhadapku,ayahku,ibuku dan bahkan kakak kandungnya sendiri mau rasanya aku memperkarakan mereka semua dengan tuduhan pidana.biar mereka merasakan hidup di balik tembok hotel prodeo.Tapi aku tak boleh sombong.Memang kalau aku mau,memanfaatkan pekerjaanku sebagai advokat untuk membalas sakit hatiku,itu bisa aku lakukan,tapi aku tidak mau,karena hal itu akan merusak reputasiku sebagai pengacara jalanan yang bersih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar