KISAH SEDIH DI HARI SELASA
Hari ini aku mendengarkan kisah sedih lagi.Ketika seperti biasa aku terduduk sendiri menunggu dengan ketidakjelasan ,ya seperti kegiatanku sehari-harilah,tiba-tiba ada seorang laki-laki setengah baya duduk di sebelahku,lalu dia bertanya,kalau ruang sidang di mana mbak,aku jawab di pojok sebelah sana pak.Lalu Laki-Laki setengah baya itu,sebut saja Pak Leman,duduk di bangku sebelahku dan menelpon seseorang yang tampaknya seorang jaksa,terdengar dia bertanya sidangnya jam berapa pak,lalu setelah itu dia menutup teleponnya.Setelah itu pak leman bertanya lagi padaku,mbak kalau sidang itu memang lama ya,lalu aku menjawab,memang sidang itu kita harus sabar menunggu.Ya menunggu seperti lagunya Ridho Rhoma heheheheh.Setelah itu aku bertanya memang bapak pengacara,dan Pak leman menjawab ,bukan saya dipanggil menjadi saksi.Saksi apa pak tanyaku lagi.Lalu tiba-tiba pak Leman bercerita seperti mencurahkan perasaannya,begini mbak,5 bulan yang lalu istri saya tertabrak sepeda motor oleh seorang pemuda yang masih sangat muda umurnya.Pemuda itu baru bekerja di perusahaan pamannya .Istri saya itu sekarang keadaannya koma,tapi sebulan ini satu tingkat di atas koma,alias sadar tapi tidak bisa menggerakkan dan tidak mengenali orang.Jadi saya 5 bulan ini tidak bisa bekerja.Saya hutang sana sini untuk membiayai hidup dan pengobatan istri saya.Padahal saya ini konsultan manajemen yang punya banyak proyek.akhirnya karena mengurus istri saya,pekerjaan saya banyak terbengkalai.Pemuda yang menabrak istri saya akhirnya ditahan dan menjadi terdakwa dan sekarang ini sedang disidangkan.saya sih sebenarnya tidak mau menyusahkan pemuda tersebut.Tapi karena kasusnya sudah sampai di Pengadilan,ya sudah ,saya tidak bisa berbuat apa-apa.hidup saya sekarang jadi berantakan.Saya tidak bisa bekerja,istri saya tidak jelas kesehatannya,lalu untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pengadilan.sebenarnya saya takut pergi Ke pengadilan .kesannya serem.Yang saya sedih,dokter udah bilang percuma istri saya dirawat di rumah sakit,lebih baik dibawa pulang,tapi saya juga bingung rumah saya jauh dari rumah sakit tempat dia dirawat,sementara terapis yang merawat istri saya tidak mau dating ke rumah saya yang terlalu jauh dari rumah sakit,dan akhirnya tampaknya saya juga harus mengontrak rumah di dekat rs tempat istri saya dirawat.Akhirnya saya harus mengeluarkan uang lagi untuk mengontrak rumah.Mendengar cerita yang menyedihkan,terharu juga sih.pengen nangis tapi ga lucu di tengah orang rame gitu.Kasihan juga ya bapak itu,padahal katanya kalau dia tidak sibuk mengurus istrinya,konsultan manajemennya cukup laku,karena dia sendiri adalah bekas karyawan di salah satu perusahaan konsultan keuangan yang kebetulan adikku sendiri pernah bekerja di sana.Jadi aku untuk selingan bertanya apakah bapakkku kenal dengan MR X yang aku ingat pernah disebutkan oleh adikku.Dan bapak itu menjawab kenal.Lalu aku bertanya,kan bekerja di perusahaan itu gajinya cukup besar.Pak leman menjawab saya ingin usaha sendiri,bosen ikut orang terus.Aku tahu perusahaan itu memberikan gaji yang cukup besar untuk karyawannya,tapi karyawan yang bekerja di sana pulangnya bisa sampai jam 3 atau jam 4 pagi.Karena dulu adik kecilku bekerja di sana,sampai tidak pulang kerumah yang akhirnya membuat orangtuaku menyuruhnya pindah karena tidak suka melihat adikku bekerja sampai jam 4 pagi walaupun gajinya cukup besar.
Kembali ke kisah Pak Leman aku cukup sedih mendengarnya.Aku sendiri juga heran kenapa ya kalau sedang bertugas,selalu saja mendengar kisah sedih dari orang lain dan orang itu curhat tentang penderitaannya.Barangkali wajahku yang terlihat tanpa dosa menarik orang untuk curhat ,hhehhehheheee.Ya begitulah ceritaku untuk hari ini.
Selasa, 20 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar