Kisah Si Pawan
Dalam beberapa bulan ini aku,si pengacara jalanan mendapatkan kasus tentang seorang anak yang menderita tuna grahita yang dituduh melakukan pencabulan pada seorang anak kecil.Kita sebut aja si anak itu bernama Pawan.Pawan disidangkan di sebuah pengadilan dengan tuduhan melakukan pencabulan.
Sehari-harinya pawan tinggal di sebuah kompleks perumahan kecil di suatu daerah.Ia tinggal bersama kakak laki-laki dan adik perempuannya dan ibunya.Ayahnya sudah meninggal sejak setahun yang lalu.
Kegiatan Pawan sehari-hari adalah memelihara burung merpatinya di sebuah rumah kosong di dekat rumahnya.Pawan sangat mencintai dan menyayangi burung-burung merpatinya karena hanya mereka yang bisa menerima kehadiran Pawan.Pawan merasa burung-burung merpatinya adalah teman-teman terbaiknya.
Pawan merasa sangat ketakutan ketika suatu hari dia dituduh melakukan pencabulan tetangganya itu.Sebut saja nama korbannya Amar.Padahal sehari-harinya Amar senang sekali bermain di tempat penyewaan Play Station yang dibuka oleh ibu Pawan di rumah Pawan.
Selama di persidangan Pawan Hanya bisa diam,tidak mengerti dengan apa yang sedang menimpa dirinya.Sungguh aku sendiri merasa kasihan melihat Pawan disidangkan di tengah-tengah orang-orang yang memakai jubah hitam.
Pawan hanya ingin pulang ke rumahnya,kembali ke burung -burung merpatinya yang sangat dia cintai.Keluar meninggalkan orang-orang yang dia tidak bisa mengerti dengan keterbatasannya sebagai seorang tuna grahita.
Sabtu, 27 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar