antara dunia psikologi dan dunia hukum
Pertama kali lulus SMA aku lulus UMPTN di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.Lalu berangkatlah aku ke Medan untuk kuliah di sana.Tapi karena mungkin karena mentalku yang tidak kuat ,aku hanya sebentar kuliah di Fakultas Hukum USU.Lalu setelah itu aku kuliah Di Universitas Persada Indonesia YAI fakultas psikologi.Aku kuliah di UPI YAI cukup lama,mungkin sekitar 7 tahun.banyak memori di sana.terutama yang paling berkesan terkena efek gas air mata yang ditembakkan oleh pak polisi.YAI dan UKI,dua kampus yang sering terlibat tawuran.padahal kadangkala sebabnya sepele.yang kasihan itu adalah tukang teh botol,karena botolnya sering dipake untuk tawuran.O iya kembali tentang kuliah di fakultas psikologi,aku ambil kelas sore,karena alasannya klasik,aku ga bisa bangun pagi,hehehehe.jadi masuklah aku ke kelas sore.Kuliah di Fakultas psikologi itu yang mungkin mebuatku lama kuliah di sana adalah karena musuhku yang terbesar dan sering membuatku trauma,yaitu pelajaran yang dinamakan statistik.Itu pelajaran yang membuatku tidak enak makan dan tidak enak tidur.Aku sesak napas kalau harus ikut kuliah yang mengandung statistik.celakanya di fakultas psikologi banyak mata kuliah yang mengandung unsur statistik.Tapi alhamdulilah akhirnya aku lulus.sering teman-temanku di kampus bilang kalau kuliah di fakultas psikologi adalah masa berobat jalan.jadi masa berobat jalanku cukup lama,yaitu 7 tahun heheheh,lucu juga ya.Lulus dari YAI aku kuliah lagi di Magister Hukum Bisnis UNPAD.Sambil kuliah di Magister Hukum Bisnis aku ambil lagi kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Attahiriyah Jakarta.Akhirnya setelah lulus kuliah di UNPAD dan Uniat aku ambil PKPA atau kursus advokat di Asosiasi Advokat Indonesia.Ternyata tak lama setelah aku lulus dari FH Uniat aku disuruh mengajar mata kuliah psikologi di Uniat.dan kelas yang pertama kali harus aku ajar adalah kelas BRIMOB.mendengar disuruh mengajar di BRIMOB,aku tadinya ingin menolak,bayangin aja,belum pengalaman mengajar disuruh mengajar di BRIMOB.Ngedenger BRIMOB aja takut.karena aku punya pengalaman ga enak sama pak polisi.Lalu setelah lulus Ujian PERADI aku diterima di LBH.seneng juga akhirnya dapet kesempatan beracara.kasus pertama lumayan berat,tipikor.Kasus tipikor itu vonisnya adalah bebas.itulah sekelumit ceritaku.
Sabtu, 27 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar