Sekarang banyak wanita yang belum menikah dan belum mendapatkan jodoh walaupun sudah berusia 30an.Kalau dia mempunyai karir yang bagus,mendapatkan kesempatan sekolah yang tinggi sampai tingkat universitas,maka dapat dikatakan masih sangat beruntung.Lalu bagaimana yang tidak sekolah tinggi,yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya sampai tingkat universitas,tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran?Lalu wanita tersebut masih bergantung pada orangtuanya juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?Apakah ada yang memikirkan?Sehari-hari kehidupannya hanya berputar disekitar lingkungan rumahnya?Aku punya sahabat yang bernasib seperti itu.Sebut saja namanya Aka
Untuk bekerja pun ,Aka tidak mungkin karena kesehatannya tidak mendukung.Matanya sudah tidak normal alias mempunyai kaca mata minus.Selain itu jalannya tidak lancar karena bekas ditabrak lari oleh mobil yang pengemudinya tidak bertanggung jawab.Selain itu dia sering bertengkar dengan ibunya karena ibunya merasa Aka adalah beban bagi ibunya.Aka tidak beruntung untuk bisa duduk di bangku kuliah.Tidak beruntung untuk bisa mempunyai karir yang mapan.Sekarang kegiatan Aka hanya ikut pengajian.Dia juga sakit-sakitan karena sering terjadi pendarahan di dalam rahimnya.Nasib Aka juga tidak beruntung,karena sudah di usia di atas 30an dia belum menikah.Dua orang adik laki-lakinya sudah menikah duluan.Mendului Aka.
Ada kejadian yang membuatku sedih.Sehari setelah adik laki-lakinya menikah(adik keduanya) ,Seorang tetangga Aka menyiram Aka dengan air bekas mencuci sayuran.Katanya untuk membuang sial yang ada pada diri Aka.Aku ingin menangis mendengar cerita Aka.Yang menjadi pertanyaanku,Apakah wanita yang belum mendapatkan jodoh,lalu tidak bekerja,dilangkahi oleh dua orang adik adalah orang yang bernasib sial?Entahlah aku sendiri juga bingung.
Aku sendiri juga sangat ingin menolong Aka ,sahabatku.Tapi keuanganku belum memungkinkan.Kalau aku punya gaji lebih rasanya aku ingin membantu Aka,paling tidak memberinya modal untuk berdagang.Aku harap suatu saat aku bisa membantu Aka sahabatku.
Untuk bekerja pun ,Aka tidak mungkin karena kesehatannya tidak mendukung.Matanya sudah tidak normal alias mempunyai kaca mata minus.Selain itu jalannya tidak lancar karena bekas ditabrak lari oleh mobil yang pengemudinya tidak bertanggung jawab.Selain itu dia sering bertengkar dengan ibunya karena ibunya merasa Aka adalah beban bagi ibunya.Aka tidak beruntung untuk bisa duduk di bangku kuliah.Tidak beruntung untuk bisa mempunyai karir yang mapan.Sekarang kegiatan Aka hanya ikut pengajian.Dia juga sakit-sakitan karena sering terjadi pendarahan di dalam rahimnya.Nasib Aka juga tidak beruntung,karena sudah di usia di atas 30an dia belum menikah.Dua orang adik laki-lakinya sudah menikah duluan.Mendului Aka.
Ada kejadian yang membuatku sedih.Sehari setelah adik laki-lakinya menikah(adik keduanya) ,Seorang tetangga Aka menyiram Aka dengan air bekas mencuci sayuran.Katanya untuk membuang sial yang ada pada diri Aka.Aku ingin menangis mendengar cerita Aka.Yang menjadi pertanyaanku,Apakah wanita yang belum mendapatkan jodoh,lalu tidak bekerja,dilangkahi oleh dua orang adik adalah orang yang bernasib sial?Entahlah aku sendiri juga bingung.
Aku sendiri juga sangat ingin menolong Aka ,sahabatku.Tapi keuanganku belum memungkinkan.Kalau aku punya gaji lebih rasanya aku ingin membantu Aka,paling tidak memberinya modal untuk berdagang.Aku harap suatu saat aku bisa membantu Aka sahabatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar