Rabu, 24 Maret 2010

KLIEN YANG KECEWA PADA PENGACARANYA

Hari ini aku mendengarkan seorang ibu yang curhat tentang pekerjaan seorang Advokat yang disewanya (Sebut saja advokat itu MR X) .Jadi ibu itu bercerita dia menyewa seorang MR X untuk mengurus kasus anaknya yang terlibat suatu kasus.Ibu itu sebenarnya berasal dari golongan kelas bawah,namun karena dia sangat menyayangi anaknya,akhirnya dia usahan untuk membela anaknya yang sedang terlibat kasus tersebut.Singkat cerita,persidangan itu terus berjalan,namun diakhir persidangan ternyata ibu itu sangat kecewa dengan kinerja MR X yang disewanya,ibu itu bercerita setiap sidang MR X selalu datang terlambat,dan MR X mengatakan pada setiap orang bahwa dia adalah advokat yang tidak dibayar.Padahal ibu tersebut sudah merasa membayar sekian juta rupiah untuk biaya MR X membela anaknya di sidang Pengadilan. Ternyata akhirnya anaknya tersebut divonis sekian tahun.Ibu itu sangat kecewa,karena sebagai seorang ibu dia merasa anaknya tidak bersalah.Apalagi dia merasa bahwa dia sudah membayar sekian juta rupiah.Uang untuk membayar MR X adalah hasil dari penjualan rumahnya.

Ibu itu merasa bahwa berhubungan dengan MR X malah membawa bencana baginya.Uangnya habis tapi anaknya tidak dapat dibebaskan.Karena sudah tidak mempunyai uang akhirnya ibu tersebut menerima vonis yang dijatuhkan kepada anaknya.Dia tidak mengajukan banding karena sudah tidak mempunyai biaya lagi.

Mendengar cerita ibu itu aku merasa sedih dan sedikit malu,karena aku sendiri adalah seorang advokat.Ibu itu tidak mengetahui bahwa aku berprofesi sebagai advokat,aku mengaku sedang menunggu temanku.Jadi ibu itu bebas bercerita kepadaku.Aku menjelaskan pada ibu itu bahwa tidak semua advokat bersikap seperti itu,masih banyak advokat yang jujur,yang mau menolong kliennya dengan penuh keikhlasan walaupun mungkin tidak dibayar.

Memang selama ini pandangan orang awam kepada profesi advokat beragam,ada yang ebrpandangan negative,ada yang positif dan ada yang tidak tahu. Profesi advokat berada di daerah abu-abu (grey area).Mendengarkan cerita ibu tersebut adalah salah satu cerita negatif tentang profesi advokat. Ibu tersebut memandang bahwa advokat adalah tukang peras ,mata duitan dan tidak tahu belas kasihan. Padahal itu kan hanya segelintir orang yang dinamakan sebagai oknum.Masih banyak advokat yang mempunyai idealisme untuk bertindak jujur dan sepenuh hati.

Jumat, 19 Maret 2010

Patch Adams

Patch Adams adalah seorang dokter, aktivis sosial, badut profesional, diplomat rakyatm penulis, dan pendiri Gesundheit! Institute.

Hunter Campbell “Patch” Adams, atau biasa dipanggil Patch Adams saja, merupakan seorang dokter lulusan dari Medical College of Virginia, Health Science Divisions of Virginia Commonwealth University. Bisa dibilang sebagai dokter yang sangat eksentrik dengan ciri khasnya berupa hidung merah besar ala badut yang sering dikenakannya.

Sejak kuliah kedokterannya, ia termasuk orang yang anti kedokteran modern. Dimana pasien dilakukan bagai robot, dan meminta bayaran yang tinggi pula. Hal ini yang mengusik nurani Patch untuk mengubah itu semua. Mengembalikan seni ilmu kedokteran ke asalnya dimana rasa kasih sayang dan penuh perhatian diberikan kepada pasien.
Patch bersama rekannya telah membangun Gesundheit! Institute. Fasilitas kesehatan yang memiliki luas 147 hektar ini berada di Pocahontas County, West Virginia, Amerika Serikat.

Siapapun boleh datang kesini –anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang kaya (yang kekurangan rasa cinta di rumah sakit lainnya), para korban perang yang diabaikan oleh negara- dan kabar baiknya tidak dipungut bayaran alias gratis.

Gratis ? Ya, gratis. Patch ingin menunjukkan bahwa dengan tidak memungut bayaran, ia bisa memberikan cinta dan kasih sayang kepada para pasiennya. Memang sudah sepantasnya rumah sakit dan dokter tidak melibatkan bisnis dalam praktek kedokteran. Patch melihat hal itu sebagai hal yang salah.

Di Gesundheit, Patch tak hanya menyediakan fasilitas kesehatan, ia juga menyediakan sebuah lahan yang penuh dengan tanaman. Siapa saja boleh menanam dan memakannya. Para pasien boleh tinggal disitu dan bercocok tanam. Yang hasilnya bisa dimakan bersama-sama dengan pasien lainnya.

Tak ayal lagi, hal ini lah yang membuat banyak pasien sembuh. Rasa cinta dan penuh perhatian yang diberikan oleh seluruh praktisi kesehatan di Gesundheit membuat tubuh pasien menghasilkan kesembuhan yang alami.

Bagaimana seorang Patch Adams bisa mengumpulkan duit untuk menjalankan biaya operasionalnya ? Baca aja deh selengkapnya di buku. Pokoknya, sebuah cara yang sangat luhur. Wajib dituru oleh siapapun yang ingin membantu sesama.
Patch juga menyajikan sebuah praktik kedokteran yang berbeda. Ia mendatangi pasien-pasiennya dengan menggunakan sepeda beroda satu. Dengan pakaian badut dan hidung besar merahnya, membuat siapa saja pasti tertawa dan mampu melupakan sedikit rasa sakit yang dialaminya.

Patch juga sering melakukan kunjungan ke rumah pasiennya. Ia beranggapan kalau untuk menganalisa (anamnesis) penyakit seorang pasien tidak hanya bisa melalui wawancara dan pemeriksaan di ruang praktek saja.

Melalui kunjungan ke rumah, Patch bisa melihat dengan jelas gaya hidup seseorang, kebersihan lingkungannya, pola makan dan berbagai hal lainnya yang dapat menunjukkan sebab suatu penyakit timbul. Sehingga ia bisa memberikan masukan untuk mengobati penyakit dari sumbernya langsung.

Membaca buku Patch Adams ini sebenarnya mengajarkan kita untuk berbuat yang terbaik bagi profesi yang telah kita pilih dan telah kita jalani.Patch Adams yang kebetulan adalah seorang dokter tidak mau terjebak dalam budaya dokter yang telah ada.Dia membuat susana baru yang lain membuat pasien merasa nyaman dan malah menikmati sakit yang dideritanya sehingga rasa depresi yang biasanya menyerang,yang malah biasanya bisa membuat si pasien lebih menderita.Patch Adams membuat tingkat kenyamanan psikologis pasiennya berada pada zona nyaman.Pasien yang berada pada tingkat psikologis zona nyaman biasanya akan cepat sembuh ataupun jika penyakitnya tidak bisa disembuhkan ia akan bisa berdamai dengan penyakitnya sehingga hari-hari yang dilalui juga tidak terasa berat.
Sungguh buku yang layak dibaca.

Patch Adams

Patch Adams adalah seorang dokter, aktivis sosial, badut profesional, diplomat rakyatm penulis, dan pendiri Gesundheit! Institute.

Hunter Campbell “Patch” Adams, atau biasa dipanggil Patch Adams saja, merupakan seorang dokter lulusan dari Medical College of Virginia, Health Science Divisions of Virginia Commonwealth University. Bisa dibilang sebagai dokter yang sangat eksentrik dengan ciri khasnya berupa hidung merah besar ala badut yang sering dikenakannya.

Sejak kuliah kedokterannya, ia termasuk orang yang anti kedokteran modern. Dimana pasien dilakukan bagai robot, dan meminta bayaran yang tinggi pula. Hal ini yang mengusik nurani Patch untuk mengubah itu semua. Mengembalikan seni ilmu kedokteran ke asalnya dimana rasa kasih sayang dan penuh perhatian diberikan kepada pasien.
Patch bersama rekannya telah membangun Gesundheit! Institute. Fasilitas kesehatan yang memiliki luas 147 hektar ini berada di Pocahontas County, West Virginia, Amerika Serikat.

Siapapun boleh datang kesini –anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang kaya (yang kekurangan rasa cinta di rumah sakit lainnya), para korban perang yang diabaikan oleh negara- dan kabar baiknya tidak dipungut bayaran alias gratis.

Gratis ? Ya, gratis. Patch ingin menunjukkan bahwa dengan tidak memungut bayaran, ia bisa memberikan cinta dan kasih sayang kepada para pasiennya. Memang sudah sepantasnya rumah sakit dan dokter tidak melibatkan bisnis dalam praktek kedokteran. Patch melihat hal itu sebagai hal yang salah.

Di Gesundheit, Patch tak hanya menyediakan fasilitas kesehatan, ia juga menyediakan sebuah lahan yang penuh dengan tanaman. Siapa saja boleh menanam dan memakannya. Para pasien boleh tinggal disitu dan bercocok tanam. Yang hasilnya bisa dimakan bersama-sama dengan pasien lainnya.

Tak ayal lagi, hal ini lah yang membuat banyak pasien sembuh. Rasa cinta dan penuh perhatian yang diberikan oleh seluruh praktisi kesehatan di Gesundheit membuat tubuh pasien menghasilkan kesembuhan yang alami.

Bagaimana seorang Patch Adams bisa mengumpulkan duit untuk menjalankan biaya operasionalnya ? Baca aja deh selengkapnya di buku. Pokoknya, sebuah cara yang sangat luhur. Wajib dituru oleh siapapun yang ingin membantu sesama.
Patch juga menyajikan sebuah praktik kedokteran yang berbeda. Ia mendatangi pasien-pasiennya dengan menggunakan sepeda beroda satu. Dengan pakaian badut dan hidung besar merahnya, membuat siapa saja pasti tertawa dan mampu melupakan sedikit rasa sakit yang dialaminya.

Patch juga sering melakukan kunjungan ke rumah pasiennya. Ia beranggapan kalau untuk menganalisa (anamnesis) penyakit seorang pasien tidak hanya bisa melalui wawancara dan pemeriksaan di ruang praktek saja.

Melalui kunjungan ke rumah, Patch bisa melihat dengan jelas gaya hidup seseorang, kebersihan lingkungannya, pola makan dan berbagai hal lainnya yang dapat menunjukkan sebab suatu penyakit timbul. Sehingga ia bisa memberikan masukan untuk mengobati penyakit dari sumbernya langsung.

Membaca buku Patch Adams ini sebenarnya mengajarkan kita untuk berbuat yang terbaik bagi profesi yang telah kita pilih dan telah kita jalani.Patch Adams yang kebetulan adalah seorang dokter tidak mau terjebak dalam budaya dokter yang telah ada.Dia membuat susana baru yang lain membuat pasien merasa nyaman dan malah menikmati sakit yang dideritanya sehingga rasa depresi yang biasanya menyerang,yang malah biasanya bisa membuat si pasien lebih menderita.Patch Adams membuat tingkat kenyamanan psikologis pasiennya berada pada zona nyaman.Pasien yang berada pada tingkat psikologis zona nyaman biasanya akan cepat sembuh ataupun jika penyakitnya tidak bisa disembuhkan ia akan bisa berdamai dengan penyakitnya sehingga hari-hari yang dilalui juga tidak terasa berat.
Sungguh buku yang layak dibaca.

Senin, 15 Maret 2010

Hati

Tadi malem nonton film,ada dialognya yang menyentuh.Kira-Kira begini dialognya,kita dikarunia Tuhan dua tangan untuk memegang,dua mata untuk melihat,dua kaki untuk berjalan,dua ginjal untuk menyaring makanan,tapi hanya dikarunia satu hati untuk mencintai.Iya bener banget tuh dialog.Satu hati untuk mencintai,satu hati untuk merasa dan satu hati untuk merasakan ketulusan.Tapi sekarang satu hati itu banyak digunakan untuk saling sikut,saling menjatuhkan,saling menyerang.Tidak ada lagi ketulusan untuk berbagi,untuk berkorban,untuk mencintai ,untuk berbakti.
Hati yang tulus sangat jarang ditemukan lagi di tengah belantara kehidupan yang sangat kejam ini.Padahal kan manusia hanya mempunyai satu hati.Apalagi yang disebut hati nurani,dan hati nurani itu ga bisa ditranplantasi kaya ginjal atau jantung atau mata.
Coba kalau hati nurani bisa ditransplantasi,aku pengen sekali hati nuraniku dituker sama hati nuraninya ibu Teresa misalnya,atau hati nuraninya Siti Fatimah anaknya Nabi Muhammad.Mereka adalah tokoh yang mengagumkan.Mempunyai hati nurani yang dijamin bersih.Bebas dari iri,dengki,persaingan yang kejam dan lain-lainnya yang menunjukkan keserakahan dan kekejaman.

Rabu, 10 Maret 2010

Temanku Aka

Sekarang banyak wanita yang belum menikah dan belum mendapatkan jodoh walaupun sudah berusia 30an.Kalau dia mempunyai karir yang bagus,mendapatkan kesempatan sekolah yang tinggi sampai tingkat universitas,maka dapat dikatakan masih sangat beruntung.Lalu bagaimana yang tidak sekolah tinggi,yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya sampai tingkat universitas,tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran?Lalu wanita tersebut masih bergantung pada orangtuanya juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?Apakah ada yang memikirkan?Sehari-hari kehidupannya hanya berputar disekitar lingkungan rumahnya?Aku punya sahabat yang bernasib seperti itu.Sebut saja namanya Aka
Untuk bekerja pun ,Aka tidak mungkin karena kesehatannya tidak mendukung.Matanya sudah tidak normal alias mempunyai kaca mata minus.Selain itu jalannya tidak lancar karena bekas ditabrak lari oleh mobil yang pengemudinya tidak bertanggung jawab.Selain itu dia sering bertengkar dengan ibunya karena ibunya merasa Aka adalah beban bagi ibunya.Aka tidak beruntung untuk bisa duduk di bangku kuliah.Tidak beruntung untuk bisa mempunyai karir yang mapan.Sekarang kegiatan Aka hanya ikut pengajian.Dia juga sakit-sakitan karena sering terjadi pendarahan di dalam rahimnya.Nasib Aka juga tidak beruntung,karena sudah di usia di atas 30an dia belum menikah.Dua orang adik laki-lakinya sudah menikah duluan.Mendului Aka.
Ada kejadian yang membuatku sedih.Sehari setelah adik laki-lakinya menikah(adik keduanya) ,Seorang tetangga Aka menyiram Aka dengan air bekas mencuci sayuran.Katanya untuk membuang sial yang ada pada diri Aka.Aku ingin menangis mendengar cerita Aka.Yang menjadi pertanyaanku,Apakah wanita yang belum mendapatkan jodoh,lalu tidak bekerja,dilangkahi oleh dua orang adik adalah orang yang bernasib sial?Entahlah aku sendiri juga bingung.
Aku sendiri juga sangat ingin menolong Aka ,sahabatku.Tapi keuanganku belum memungkinkan.Kalau aku punya gaji lebih rasanya aku ingin membantu Aka,paling tidak memberinya modal untuk berdagang.Aku harap suatu saat aku bisa membantu Aka sahabatku.

Selasa, 09 Maret 2010

trauma mendalam pada wanita yang mengalami pelecehan

trauma mendalam pada wanita yang mengalami pelecehan

Aku menulis ini adalah sebagai curahan hatiku menyaksikan wanita yang mengalami kekerasan dan pelecehan.

Ada seorang wanita kira-kira umurnya mungkin sekitar usia 33 tahun.Dia dari luar kelihatan normal saja dalam bersikap.Tidak ada yang aneh pada tingkah lakunya sehari-hari.Tapi siapa sangka waktu kecil dia pernah dilecehkan oleh dua orang tetangganya.Wanita yang pernah mengalami pelecehan tersebut berusia lima tahun ketika dia dilecehkan.Akibat kejadian tersebut dia menjadi taruma seumur hidupnya.Dia sudah berulangkali berobat ke psikiater,psikolog tapi dia tidak bisa menyembuhkan traumanya .Inilah sekilas cerita tentang wanita yang mengalami pelecehan

Senin, 01 Maret 2010

menjadi psikolog jalanan

Beberapa hari ini aku berpikir mengenai apa cita-cita hidupku sebenarnya.Setelah melihat temanku lulus ujian magsiter profesi psikolog ,mendadak timbul keinginanku yang sebenarnya sudah lama terpendam untuk kuliah lagi di magsiter profesi psikolog.Tapi apa daya karena kemampuan dana yang minim,hal itu masih menjadi cita-cita.
Padahal aku yakin,aku bisa menjadi seorang psikolog yang bai.Tapi untuk kuliah s2 profesi psikolog itu dananya sangat banyak.Tidak semua lulusan S1 psikolog bisa meneruskan kuliahnya di magister profesi akibat kendala dana.Selain itu sangat jarang beasiswa untuk yang ingin mengambil magister profesi psikolog.
Kalau aku punya uang,incaranku untuk kuliah adalah Di Magister Profesi Universitas Tarumanegara.Universitas Tarumanegara membuka kelas sore untuk Magister profesi.Memang biaya kuliahnya lebih mahal,tetapi mahasiwanya bisa sambil bekerja.
Entah kapan cita-citaku ini bisa terlaksana.Aku hanya memasrahkan diri pada Allah Swt agar medengar doaku .Amin Ya Allah