Senin, 20 Juli 2015

CERITA RAMADHANKU

Ramadhanku kali ini sungguh merupakan suatu pengalaman yang tidak terlupakan.Tahun 2015 ini berdasarkan hasil endoskopi yang dilakukan oleh dokter penyakit dalam Di RSUD Pasar Rebo aku divonis menderita mag kronis yang disebut sebagai GERD yaitu singkatan dari Gastro Esopaghus Reflux Disease,yang merupakan jenis penyakit mag cukup kronis.
Tetapi walaupun menderita GERD aku tetap berusaha menjalankan puasa sebisaku.Apalagi di dalam bulan Ramadhan ini aku mendapatkan pengalaman dan kesempatan baru yaitu menjadi tenaga ahli psikologi di salah satu perusahaan konsultan.Proyek yang kukerjakan sebagai konsultan adalah proyek pendampingan social pasca bencana.Proyek ini adalah proyek milik BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana.Sambil berpuasa aku mengerjakan laporan pendahuluan sebagai langkah awal untuk mengerjakan proyek pendampingan social pasca bencana tersebut.
Terkena penyakit GERD adalah cobaan yang harus kujalani.Kujalani puasa dengan Gerd yang berulangkali kambuh.Jika sudah kambuh ,maka terpaksa aku berbuka puasa.Gangguan Gerd yang aku rasakan adalah kepala pusing,badan lemas seperti tidak bertenaga dan lambung perih seperti diiris-iris.Kuakui,akibat GERD aku jadi tidak berpuasa selama 10 hari.20 Hari lainnya kujalani puasaku dengan susah payah.Saat sahur aku meminum obat mag yang terdiri dari 5 jenis obat.Selain itu saat sahur dan berbuka aku memakan kurma.Setelah memakan kurma,lambungku yang perih terasa lebih enak rasanya.

Begitulah kujalani Ramadhan kali ini,dengan penyakit GERD.Aku tahu mungkin dengan menderita penyakit GERD ini pola makannku menjadi lebih teratur dan terencana.Dan ada hadis yang mengatakan dengan menderita suatu penyakit maka semua dosa akan terhapus.Aku tidak mau menjalani sakit GERD ini dengan kemalasan dan hanya meratap.Aku harus sembuh dan ikhlas menghadapi sakit GERD ini .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar