Ramadhanku kali ini sungguh merupakan suatu pengalaman yang
tidak terlupakan.Tahun 2015 ini berdasarkan hasil endoskopi yang dilakukan oleh
dokter penyakit dalam Di RSUD Pasar Rebo aku divonis menderita mag kronis yang
disebut sebagai GERD yaitu singkatan dari Gastro Esopaghus Reflux Disease,yang
merupakan jenis penyakit mag cukup kronis.
Tetapi walaupun menderita GERD aku tetap berusaha menjalankan
puasa sebisaku.Apalagi di dalam bulan Ramadhan ini aku mendapatkan pengalaman
dan kesempatan baru yaitu menjadi tenaga ahli psikologi di salah satu
perusahaan konsultan.Proyek yang kukerjakan sebagai konsultan adalah proyek
pendampingan social pasca bencana.Proyek ini adalah proyek milik BNPB atau
Badan Nasional Penanggulangan Bencana.Sambil berpuasa aku mengerjakan laporan
pendahuluan sebagai langkah awal untuk mengerjakan proyek pendampingan social pasca
bencana tersebut.
Terkena penyakit GERD adalah cobaan yang harus
kujalani.Kujalani puasa dengan Gerd yang berulangkali kambuh.Jika sudah kambuh
,maka terpaksa aku berbuka puasa.Gangguan Gerd yang aku rasakan adalah kepala
pusing,badan lemas seperti tidak bertenaga dan lambung perih seperti
diiris-iris.Kuakui,akibat GERD aku jadi tidak berpuasa selama 10 hari.20 Hari
lainnya kujalani puasaku dengan susah payah.Saat sahur aku meminum obat mag yang
terdiri dari 5 jenis obat.Selain itu saat sahur dan berbuka aku memakan
kurma.Setelah memakan kurma,lambungku yang perih terasa lebih enak rasanya.
Begitulah kujalani Ramadhan kali ini,dengan penyakit GERD.Aku
tahu mungkin dengan menderita penyakit GERD ini pola makannku menjadi lebih
teratur dan terencana.Dan ada hadis yang mengatakan dengan menderita suatu
penyakit maka semua dosa akan terhapus.Aku tidak mau menjalani sakit GERD ini
dengan kemalasan dan hanya meratap.Aku harus sembuh dan ikhlas menghadapi sakit
GERD ini .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar