Beberapa
hari ini setelah tanggal 9 Juli dan hasil quick count diumumkan,masing-masing
kubu diberitakan unggul .Sungguh aneh,tidak mungkin Indonesia bisa mempunyai
dua presiden.Malah hari ini ada salah status di wall teman saya yang bunyinya
seperti ini “Kabar terbaru.... A
dan B sama2 menyatakan menang, maka Demi keutuhan diputuskan akan dibagi 2
shift, A shift pagi dan B shift
malam..... Rakyat dilayani 24 jam..... Para calon senang, rakyat senang, Semua
senang lalalalalala....lililililililili.... senangnya hati ini.
Itu adalah satu joke yang ada.Padahal hasil
akhir akan diumumkan oleh KPU tanggal 22 Juli.Presiden dan Wakil Presiden
terpilih baru akan diketahui pada tanggal 22 Juli.
Bagi saya ,tidak menjadi masalah siapapun
presidennya.Yang pasti presiden baru tersebut harus membuat kehidupan rakyat
lebih sejahtera.Rakyat sudah bosan hidup susah.Bayangkan saja ,betapa banyak
rakyat yang hidup dalam keseangsaraan.Tidak bisa sekolah,tidak mendapatkan
akses kesehatan yang memadai,hidup dalam kemiskinan yang terus
menerus.Contohnya saja,betapa mahalnya biaya kuliah di Indonesia.untuk masuk ke
sebuah perguruan tinggi dibutuhkan biaya puluhan juta rupiah,bandingkan dengan
India yang juga sama-sama negara berkembang,kuliah di salah satu jurusan di
universitas di india hanya nenghabiskan dana 6 juta rupiah.Di India harga buku
murah,fasilitas buku di perpustakaan juga sangat lengakap.Sedangkan di
Indonesia harga buku teks kuliah begitu mahal dan banyak mahasiswa tidak
sanggup membeli buku teks.Akhirnya mahasiswa hanya sanggup mengkopi buku-buku
teks yang diperlukan.
Presiden
terpilih nanti juga diharapkan bisa menegakkan hukum .Betapa carut marutnya
praktek hukum yang tidak sehat di negara ini.
Siapapun
nanti presidennya,baik pak Prabowo maupun Pak jokowi,tolonglah dengarkan
jeritan hati rakyat kecil seperti saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar